|

Michelle
Branch, Simple But Cool
Tak
ada vokal penuh cengkok ata dance yang sensual, penampilan
Michelle Branch di Hard Rock Cafe Minggu Siang, 12 Mei lalu,
benar-benar simple dan khas remaja. Dengan sebuah gitar bolong di
tangan dan lima lagu pop rock yang ditulisnya sendiri, cewek 18
tahun ini mampu membuat kagum ratusan abg yang menonton showcase
hari itu.
|

|
Meski
tanpa promosi besar-besaran, kedatangan penyanyi asal
Arizona, AS buat mempromosikan album The Spirit Room,
ternyata sangat ditunggu-tunggu remaja Jakarta. Mereka
bahkan rela menanti di Hard Rock Cafe sejak jam 10 pagi,
padahal showcase baru dimulai jam 2 siang. "Biar
dapat tempat paling depan," kata mereka memberi
alasan.
Michelle
memang patut ditunggu. Lagu-lagunya seperti Everywhere dan All You
Wanted sangat akrab dengan kehidupan remaja. Nggak heran bila
penyanyi kelahiran 2 Juli 1983 ini sudah mendapatkan platinum buat
albumnya yang beredar tahun lalu itu. Cewek yang selalu tampil
bernyanyi sambil bermain gitar ini juga baru saja merilis lagu
single ke dua, All You Wanted.
|
Sempet
Nervous
Muncul
dengan baju tanpa lengan berwarna hitam, celana jeans, dan topi
pett coklat, Michelle langsung melantunkan lagu hit Everywhere
sebagai pembuka showcase yang diadakan Warner Music ini.
Teriakan-teriakan histeris pun bergantian dengan koor, mengikuti
suara Michelle. Saking semangatnya penonton bernyanyi,
sampai-sampai usai mentas penyanyi bersuara lantang ini mengaku
sempet grogi. "Suara merekakeras banget, aku sampai nggak
bisa mendengar suaraku sendiri," katanya.
| Untung
Michelle nggak keterusan nervous. Usai bagi-bagi CD The
Spirit Room, dia kembali memetik gitarnya dan menyanyikan
lagu If Only She Knew. Lagu ini, selain tercantum dalam
album The Spirit Room, juga terdapat dalam album Broken
Bracelet (2000) yang dirilis secara independen. "Aku
sudah lama nggak tampil total akustik, lagu ini cocok
banget buat dimainin pake gitar bolong," tuturnya
sebelum menyanyikan lagu balada itu.
Sepanjang
showcase, cewek yang belajar bermain gitar sejak umur 14 tahun ini
nyaris nggak beranjak dari kursi bulat yang ia duduki. Hanya
sekali-kali ia menghampiri penonton saat harus mengajukan
pertanyaan kuis dan memilih fans yang berebutan buat menjawab.
|

|
Topi pet yang nggak pernah lepas dari kepalanya pun sempet bikin
penasaran. "Bad hair Day," katanya sambil tersenyum saat
fans meminta ia membuka topinya.
|

|
Biarpun
Michelle menolak membuka topi, penonton nggak kecewa.
Apalagi cewek berkulit putih ini menghadiahi mereka sebuah
lagu baru, Standing On The Edge. Lagu ini belum ada di
album, lho, dan khusus dinyanyikan buat fans Michelle di
Indonesia. Walaupun masih terdengar asing, penonton
memberi applaus meriah buat tembang tentang kerisauan hati
ini. Apalagi Michelle menyanyikan lagu bertempo sedang itu
dengan penuh perasaan. Akhirnya, penampilan cewek berambut
hitam itu ditutup dengan tembang Goodbye To You dan All
You Wanted mengalun.
Penonton
yang masih penasaran karuan saja berteriak, "We want
more!" Tapi Michelle cuma tertawa dan sebelum menghilang ke
sisi panggung, ia melemparkan pick gitarnya. Kelar deh penampilan
penggemar Steve Tyler ini di Jakarta. Besoknya, dia langsung
terbang ke Philipina dan diteruskan ke Amrik.
|
Sebelum
Michelle tampil, cuplikan perjalanan kariernya terpampang di
sebuah big screen. Cuplikan ini diselingi interview, hasil rekaman
tahun lalu. Ada potongan gambar saat dia mulai bernyanyi di usia
tiga tahun, ada juga versi awal video klip Everywhere yang
sederhana banget, cuma Michelle yang mondar-mandir bernyanyi
sambil bernyanyi gitar. Asal-usul judul The Spirit Room juga ada,
lho! Ternyata nama itu diambil dari foto nenek buyutnya yang orang
gypsy, "Nenekku itu sangat cool, matanya aja ditutup
sebelah," kata Michelle yang berdarah campuran Perancis,
Irlandia, Belanda, dan Indonesia ini. Pantas aja Michelle juga
cool.

|